Commuterline.. Oh Commuterline.. :)

Holla..!! *elus2 dashboard blog* šŸ˜€ Menulis di kereta Commuterline adalah pertama kalinya bagi saya. Karena yang pasti diperlukan kemahiran untuk bisa ngeblog di rush hournya Commuterline ;p Oia, sedikit cerita.. Terserah mau tau apa enggak.. :)) Sekarang saya stay di kota belimbing a.k.a Depok.. *padahal sampe sekarang gw ga pernah liat kebonnya. Entah apa yg membuat walikota depok menjadikan depok sebagai kota belimbing..
Lanjut, pagi ini alhamdulillah dapet duduk pas di stasiun cawang. Lucky me! Jarang loh kalo naek dari Depok di jam kantor pagi – pagi, bakalan dapet duduk di commuterline. Banyak cerita lucu selama saya jadi pengguna kereta lagi sejak kerja di Cikini. Hanya sekitar 30menit perjalanan yg di tempuh dengan menggunakan kereta commuterline yang sekarang harga tiket dari depok 8ribu rupiah. Tentunya lebih efektif dibanding membawa kendaraan sendiri atau naik bus umum. Tapi penderitaan sebagai user commuterline yg tak jarang menggantungkan kenyamanan penumpang seperti para PHP kepada fansnya (baca: Pemberi Harapan Palsu, ini saya dengar kata-kata yang sedang cukup hits dikalangan anak muda jaman sekarang untuk laki-laki atau perempuan yang hobbynya tebar pesona. Kayaknya ‘tepe-tepe atau tebar pesona itu udah masuk kata-kata yang lawas deh. Supaya gak terlalu kentara umur gw, jadilah gw pake ntu PHP aja ya.. ;p )
Kadang mengesalkan namun membuat tersenyum sendiri melihat kelakuan para penumpang tetap di commuterline. Tak jarang saya hanya perlu menunggu dorongan dari belakang untuk masuk atau turun kereta. Saya yang biasa naik di gerbong perempuan, malah merasa bahwa penumpangnya lebih sangar dari laki-laki. Stasiun Tebet arah ke Bogor di jam pulang kantor. Para penumpang yg biasa naik commuterline sudah mengerti tipikal perempuan dari stasiun ini. Sangar. Hehe.. Mereka akan mendorong penumpang yg ada di dalam kereta agar bisa masuk sambil kadang ada yg ngoceh jika sulit masuk ke dalam kereta. Ada juga yang berkomplot membuat suatu gank dan heboh dengan obrolan dari mulai gosip artis, masakan, rumah tangga dan lainnya. Banyak penumpang reguler tsb yang membawa kursi lipat untuk duduk di kereta. Yang kadang sebenarnya cukup mengurangi space berdiri penumpang. Belum lagi jika schedule kereta tiba-tiba berantakan karena gangguan sinyal ataupun teknis yang lain. Kereta jadi molor jam kedatangannya, penumpang menumpuk dan tak jarang AC dalam kereta mati. Fiuuhh.. Kebayabang kan dengan pintu dan jendela tertutup tanpa AC. Sauna bok…

Ya.. Beginilah transportasi umum di kota ini. Gimana mau membuat masyarakat menggunakan transportasi umum jika fasilitas dan service aja masih minim dan belum stabil. Semoga bisa segera diperbaiki. Jakarta.. Oh Jakarta..

Ndie
@indietriana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s