selftalk….

Ceeuuuu…

Yang sabar ngadepin superior masih dedek2…

Banyak kemauannya… mimpinya jauh dan tinggi…

Kayak kamu dulu kan ndie.. saat masih di usia dia..

Coba inget2.. dulu mau apa aja di usia segitu. 

Mau punya subordinate dng gender laki2, mau bikin mereka sadar perempuan bisa lebih hebat dari mereka, mau mereka bisa di bawah kamu.. untungnya terealisasi tuh di usia itu.

Mimpi2 kamu yg lain juga banyak kan.. Nah, yg lagi dihadapin kamu sekarang itu dia orangnya. Bahkan lebih BM dari kamu. Hahaha…

 

Sudahlah… kerjain sebatas kamu bisa dan MAU. Kerjain sesuai porsinya aja. 

OKE!!

 

wes ah, buat kopi aja mendingaaan… 🙂

 

-ndie

@indietriana

Advertisements

Februari…

Tuhan Maha Baik. Februari ini baru berjalan 11 hari. Tapi warnanya sudah beragam bagi chapter saya.

Sudah lama rindu mengisi voice over program regular, kemudian awal Februari ini saya sempat mengisi program sport regular di salah satu stesyen tv yang bukan biasanya saya bantu. Tapi hanya satu minggu saya merasa kehilangan waktu untuk “me time” dan lainnya. Dan bahkan kesehatan saya sempat drop (ada di postingan sebelum ini).

Februari.. Pindah kost dekat dengan kantor. Kalo mau jalan kaki hanya 10 menit, bisa bangun lebih siang. Kosan yang kunci gerbangnya gak boleh dibawa anak2 kostnya, jadi kalo pulang malem harus konfirm ke mbak kost. Hahaha.. Nampak lucu ya buat saya yang sering pulang malam. Tapi yasudahlah.. Toh, problem dari kostan sebelumnya adalah : macet. Sekarang sudah tersolusikan dengan tinggal di dekat kantor. Hal2 lainnya ya pasti saja ada, tergantung menghadapi dan menyelesaikannya saja. Bisaaaa…!! Bisa kan ceuu..!! *self talk 🙂

Trus Februari ini harusnya Atlantik & Sun benar2 di launching sebagai produk travel pouch yang saya buat dan produksi. Semoga berjalan lancar. Order sudah mulai berjalan. Sample, logo, persiapan pemotretan produk, produksi, semuanya sedang berjalan. Bismillah.. Semoga lancar dan menjadi seperti yang saya impikan. Amiiin…

Yang terakhir.. Februari. Saya punya teman ngobrol baru yang tak pernah disangka. Kadang punya sesuatu yg sama pandangannya, tapi tipe yg berbeda. Ah, saya menikmati warna warni Februari awal ini. Termasuk hal2 mengejutkan yang tak pernah saya rencanakan.

Terimakasih Tuhan Yang Maha Punya Rahasia.. 🙂

-ndie
@indietriana

Epic Sunday…

Minggu sore ke UGD. Bukan hal yg saya inginkan tentunya. Setelah seminggu belakangan cukup hectic dan makan kurang teratur, tadi siang dada saya terasa sesak. Asma saya kambuh. Saya kabari beberapa teman untuk berjaga-jaga. Setelah 5 semprotan Ventolin masuk ke tubuh saya, tak lama lengan, bagian perut dan dada terasa keram. Bahkan jari2 saya kaku tak bisa lagi digerakkan untuk mengetik pesan seperti yang sebelumnya saya lakukan. Hampir sekujur tubuh saya terasa keram dan kaku. Saya panik, saya telfon Mbak Nia penjaga kostan, ternyata dia sedang berada di luar, Tanjung Priuk tepatnya. Saya menelfon seorang teman dan jemari saya semakin kaku. Telfon terputus. Saya kembali menelfon Mbak Nia untuk menanyakan dimana dokter atau Rumah Sakit terdekat. Ternyata di belakang Total Buah ada Klinik 24 Jam. Saya bergegas memakai sweater seadanya dan menuruni anak tangga perlahan. Menunggu taksi di depan jalan kostan. Dan di situ saya semakin merasa bersalah terhadap diri sendiri. Saya yang membuat penyakit asma ini kambuh. Saya yang kurang mempedulikan kesehatan saya sendiri belakangan ini.

Akhirnya saya sampai di Klinik dan menemui dokter dengan kondisi yang sudah lebih baik. Hanya jari tangan saya masih gemetar. Dokter observasi saya dan asma saya sudah hilang bersama Ventolin namun tubuh saya terkena impact dosis semprotan Ventolin yang berlebih tadi. Dokter yang masih muda, saya kurang puas rasanya, tak bertemu dokter yang biasa menghandle saya. Iya, dia di Depok. Tak mungkin dengan kondisi tadi saya ke Depok.

Kejadian sore ini membuat saya memberikan note terhadap diri sendiri. Bahwa kesehatan saya haruslah tetap menjadi yang utama. Siapa lagi selain saya sendiri yang akan menjaganya.
Mulai hari ini saya benar-benar akan berhenti merokok. Kembali hidup sehat seperti sebelumnya. Olah raga teratur dan menjaga pola makan dan istirahat.
Kesehatan lah yang paling mahal. Dan sudah seharusnya hal tersebut menjadi point penting yang harus dijaga.

-ndie
@indietriana

Menjadi…….

2014. Membuat sesuatu, lagi.. Menjadi hectic, lagi… Merindu me time.. Menjadi single, lagi.. Menganut “let it flow and glow” kembali… and bla bla bla…

Setelah 2013 menjadi tahun yang cukup berat dijalani, 2014 awal ini rasanya tidak seberat tahun sebelumnya, padahal tdk sedikit yang berubah dalam hidup saya. Menjadi pekerja ahensi lagi sama saja menyeburkan diri kembali dalam ke-hectic-an, membuat otak kanan bekerja lebih dari otak kiri lagi.. dan membuat kadang kehilangan waktu – waktu santai yang seharusnya berhak dinikmati siapa saja. Sudah lah.. saya sudah tidak berambisi di dunia karir. I’ve been there… I was a superhectic woman. Mimpi – mimpi dalam berkarir sudah pernah terealisasi, kini saya ingin mencoba menjalani apa yang sedang ada di chapter ini.

Memutuskan untuk melepaskan hubungan yang sudah dibina dengan seseorang yang memiliki visi hidup hampir serupa, adalah bukan keputusan ringan bagi saya. Tapi setelah pemikiran yang cukup panjang melalui beberapa vase hubungan dengannya, akhirnya saya memutuskan untuk melepaskanya dan meninggalkan hubungan yang tentunya saya sayangi. Tapi saya tau, dalam hidup saya tidak hanya tentang cinta saya dan laki-laki yang telah membangunkan saya dari “perjalanan panjang” saya sebelumnya. Saya masih punya keluarga tercinta, masih seorang indie dengan sederet mimpinya, dan tetap berharap bisa membahagiakan yang tercinta dalam hidup ini. Mama. Hanya beliau seorang yang saya miliki sekarang setelah Bapak pergi tahun lalu. Apa yang bisa saya harapkan dari hubungan beda agama dengan kami yang satu sama lain tak ada yang mau mengalah..? Mama saya yang muslim tulen, keluarga muslim saya… tak mungkin saya meneruskan hubungan dengannya yang masih saja tak memberikan ketetapan akan masa depan kami. Leave. Itu yang saya pilih di awal tahun ini. Menjadi single lagi setelah menemukan cinta. Tidak mudah, namun pasti bisa dilewati. Pernah patah hati, sakit hati dan sejenisnya. Sudah pernah menjadi seorang single selama hampir 3 tahun, seharusnya membuat saya lebih kuat lagi menjalani hidup sendiri. Yang memberatkan justru jika mengingat ucapan Mama saat Tahun Baru kemarin.. (ada di postingan saya sebelum ini).

Come and go.. Up and down… Right and left… Black and white… etc.

Banyak hal di dunia ini diciptakan berpasangan. Jadi saya atau kamu akan ikut serta merasakan dua sisi tersebut. Bersebrangan namun selalu berpasangan….

Tidak ada hanya bahagia tanpa kesedihan yang menghiasi.. Tidak tau rasanya cinta jika tidak pernah merasakan patah hati… Tidak ada jalan yang  hanya sebuah garis lurus dalam bumi yang berputar ini.

Untuk cita yang masih diwarnai dengan asa… Untuk cinta yang masih hinggap entah di mana.. Untuk chapter yang penuh warna… Mari membuat bahagia dengan segala warna dalam hidup yang harus dirasa…

 

-ndie

@indietriana