Weekend kemana? Hampir setahun belakangan setiap harinya termasuk weekend saya habiskan di kedai yang saya buat bersama suami di daerah Kemang. Kedai Duduk – Duduk yang kami dirikan Januari tahun lalu satu bulan sebelum kami menikah dan kini terpaksa harus ditutup karena issue penggusuran daerah aliran sungai dari pemerintah setempat.

Beralih dari perempuan workaholic yang bekerja di perusahaan ahensi ke entrepreneur tidaklah semudah dan seindah yang teman-teman pikirkan. Saya memang tidak perlu berangkat ke kantor lagi setiap pagi, tidak ada tanggung jawab ke boss lagi, tapi justru tantangan baru ada di depan mata dan beragam setiap harinya. Semua keputusan dan resiko ada ditangan sendiri. Kelebihan yang paling utama adalah bisa mengatur waktu sendiri tanpa tergantung jam kerja dari boss.

Sejak tidak lagi sesibuk ketika bekerja di kantor, saya sangat bersyukur mendapatkan kebebasan mengatur waktu. Hal yang paling berharga dan tidak ada yang bisa membelinya ataupun memutarnya kembali.
Setelah kedai kami ditutup per Desember 2015 kemarin, waktu luang yang saya miliki semakin banyak. Tantangannya adalah justru mengaturnya agar bisa bermanfaat. Tidak hanya untuk istirahat dan leyeh-leyeh sesuka hati, tapi saya terus berpikir agar setiap harinya tetap ada hal positif atau kreatif yang saya lakukan. Meskipun mungkin hanya mempelajari resep masakan atau tentang kopi melalui video youtube.

Melepaskan predikat workaholic dan beralih menjadi entrepreneur dan saat ini harus lebih struggle dengan benar-benar di rumah. Sungguh hal yang tidak mudah. Dimana sebelum-sebelumnya waktu selalu menjadi hal yang sulit saya dapatkan, namun saat ini menjadi sangat leluasa. Semasa menjadi perempuan yang terbilang cukup sibuk dan aktif, saya sudah melalui masa gila bekerja sambil mengikuti beberapa kegiatan seperti olahraga dan juga sesekali melakukan perjalanan baik sendiri ataupun bersama teman. Saat ini.. Apakah saya bisa disebut Ibu Rumah Tangga? Pertanyaan yang tiba-tiba muncul siang ini dipikiran saya dan membuat saya ingin menuliskannya disini. Pikiran ini sedang bergejolak, ide kreatif yang ingin direalisasikan masih tersimpan banyak diotak, menjadi seorang istri dan bekerja di rumah saja selama sebulan ini membuat saya mulai merasakan kekurangan nilai untuk diri sendiri. Saya rindu kesibukan.. Mungkin itu.. Atau lebihnya lagi.. Kehadiran keturunan sudah menjadi jawaban dari kondisi saya yang seperti sekarang ini.

Semoga saya segera diberikan pencerahan untuk hal ini..
Amiin..

@indietriana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s