Thank You An Amazing 2016!

31 Desember 2016. Tak terasa beberapa jam lagi kita akan melewati tahun 2016 menuju tahun 2017. Apa saja yang sudah diberikan untuk diri senidri dan orang lain. Berapa banyak nikmat Tuhan di tahun 2016 ini. Ah, tak terhingga rasanya.. Kehamilan saya adalah anugrah terbesar yang saya dan suami terima. Di tahun kedua perkawinan kami, saya hamil dipertengahan tahun 2016. Tahun 2015 kami terpaksa harus menutup Kedai kami tercinta @dudukduduk karena kondisi lingkungan dan pemilik gedung. Kehilangan tentunya, salah satu mimpi bersama kami yang sudah terealisasi, membuka Kedai dan membuat tempat kreatif bermanfaat bagi banyak orang. Tapi semua itu kami ambil hikmahnya dengan kehamilan saya setelah beberapa bulan kedai ditutup. Kami memang jadi punya banyak waktu santai bersama dan bisa lebih menjaga hidup sehat. Alhamdulillah, Juni 2016 saya dinyatakan hamil. Sejak itupun ritme kehidupan cukup berubah, apalagi trimester awal, saat energi yang biasanya saya miliki terasa berkurang 50%nya. Untungnya masuk bulan ke-4 mulai normal lagi. Kami memutuskan pindah ke Depok. Kota yang sudah sangat familiar bagi saya. Banyak masa sempat saya habiskan di Depok ini. Akhirnya saya kembali ke Depok. Kami tinggal di sebuah komplek yang cukup nyaman dan menjalani proses kehamilan dengan kondisi lebih fit. Semua yang diatur olehNya memang tak bisa kita baca, tapi percayalah.. there’s always be a light..

Desember ini usia kehamilan saya 34 minggu, sudah mendekati duedate. Kami pun sudah menyiapkan yang harus dipersiapkan. Kami memilih faham Gentle Birth untuk melahirkan keturunan kami ini. Semoga semua berjalan dengan baik, lancar dan diberkahi. Aamiin.. Suami saya akan cuti bekerja luar kota mulai Januari 2017. Perkiraan anak kami akan lahir Februari 2017. Lembaran baru lagi tentunya nanti, fase baru bagi saya dan suami, yaitu menjadi orang tua. Semoga kami bisa menjalaninya dengan amanah.

Selama hamil alhamdulillah saya masih bisa bekerja menjadi pekerja lepas. Saya sedang membantu salah satu perusahaan ventura yang sedang menjalankan project pencarian startup di Indonesia. Pengalaman bekerja di agency bisa dipakai untuk bekerja freelance selama 6 bulan sesuai kontrak dari user. Saya menghandle digital marketing untuk project tersebut. Alhamdulillah salary tiap bulan saya terima dengan bekerja dari rumah atau dari mana saja. Kami menganggap ini rejeki anak kami 🙂 Kontrak kerja selesai Januari 2017, tepat sekali saat saya akan melahirkan di bulan berikutnya. Lagi-lagi ucapan syukur yang bisa kami ucapkan. Disamping bekerja freelance tsb, kadang saya masih mendapat job sebagai Voice Over. Pendapatan dadakan yang lumayan juga tentunya. Tidak bekerja di kantor bukan berarti rejeki kita hilang qo. Konon rejeki dari Yang Maha Pemberi itu 100% untuk kita, jadi di kantor atau di rumah, tetap akan 100% insyaallah 🙂 Pekerjaan suami saya pun berjalan dengan lancar. Dia masih dipercaya memegang beberpa pertunjukan musik penting, dan alhamdulillah setiap akhir pekan selalu ada job. Meskipun luar kota dan kadang sayapun merasa melow karena sedang hamil dan harus di rumah sendirian selama beberapa hari dan hampir setiap weekend. Tapi saya percaya, suatu hari kami akan memetik hasilnya, suatu hari doa saya akan terjawab, bahwa kami akan bekerja lagi bersama, menghasilkan sesuatu yg bermanfaat dan bisa untuk menghidupi kami dan anak-anak kami tanpa harus selalu terpisah jarak setiap minggunya. Apa-apa yag kita yakini, akan menjadi kenyataan selama keyakinan, usaha dan doa kita kesana.

2016 dalam kondisi hamil, saya masih brewing untuk coldbrew coffee @dudukduduk , pesanan online baik dari langganan atau juga pelanggan baru masih berjalan, Alhamdulillah rejeki kami dari sini masih diberikan juga olehNya. Sejak awal kehamilan pun ada beberapa project yang coldbrew coffee yang saya kerjakan. Dari mulai coffee charity sebuah perusaan farmasi multinasional, project Green Hampers Eid Fitr gagasan dari saya sendiri dan dijalani dengan beberapa teman, sampai ke coffee charity untuk gempa Pidie Jaya Aceh yang juga saya gagas sendiri. Alhamdulillah selama hamil di tahun 2016 ini masih bisa produktif, semoga sampai dengan menjadi seorang Ibu juga tetap akan membuat saya kreatif dan produktif. Aamiin.

Tak ketinggalan dipenghujung 2016 kemarin, kami sempat trip ke Lombok, dengan kondisi hamil sudah cukup besar (32 minggu), Alhamdulillah bisa refreshing bersama suami dan baby in womb. Terima kasih 2016 yang superb dan amazing bagi saya. Terima kasih Allah Yang Maha Pemberi. Semoga 2017 bisa menjadi tahun yang lebih baik lagi bagi saya dan keluarga, menjadi pribadi yang lebih baik dan hidup lebih sehat dan produktif lagi. Aamiin..

 

@indietriana

Advertisements

Cerita Trimester 1

Kehamilan pertama yang sedang saya jalani semakin membuat saya dan suami excited menyambut kedatangan putri pertama kami. Dari hasil USG saat memasuki usia 5 bulan kandungan saya, ternyata bayi yang saya kandung berjenis kelamin perempuan. Padahal hampir semua teman, keluarga ataupun orang-orang yang hanya bertemu sekilas menerka bahwa bayi dalam kandungan saya adalah laki-laki. Seperti pernah saya tulis sebelumnya, saya akan tulis tentang kehamilan ini. Beberapa tahun lagi saat saya baca,  pasti akan membuat saya tersenyum sendiri 🙂

Trimester pertama penampilan saya benar-benar cuek. Saya malas mandi, setiap mandi serasa dingin sangat dan tak jarang suami saya merebuskan air panas dulu agar saya mau mandi. Selain itu tiap kali keluar rumah saya tak peduli dengan baju apa yang saya pakai, tidak berdandan sedikitpun, bahkan eyeliner yg biasanya selalu saya pakai keluar rumah, sudah saya tidak pedulikan lagi ketika itu, menyisir rambutpun sangat jarang. Hehe.. Saat itu saya juga tidak suka mencium sesuatu yang berbau harum karena membuat saya ingin muntah. Ke dapur pun sepertinya tabu. Saya dan suami ketika itu menyimpulkan bahwa anak kami sepertinya laki-laki. Waktu itu kami memanggilnya “beboi” yang artinya baby boy 🙂 Tiga bulan pertama kehamilan saya lalui dengan cukup inhale exhale. Belum lagi suami saya yang pekerja weekend, tak jarang saya sendirian dalam kondisi hamil muda. Malas kemana-mana, masak ataupun berkegiatan, yang ada hanya di kasur seperti power saya menurun 60% dari saya sebelumnya. Olahraga jalan pagi pun saya lakukan tidak rutin, karena pagi hari adalah kondisi paling menurun menurut saya saat itu. Untungnya sudah dijaman transportasi online, termasuk pemesanan makanan, kalo boleh dibilang jasa Go Food sangat besar saat awal kehamilan saya 🙂

Saya membiasakan banyak makan buah. Dan saya berhenti menjadi vegetarian demi gizi yang tercukupi untuk bayi saya. Aneh rasanya memakan ayam atau dedagingan. Tapi saya tetap tak mau makan ikan, saya tak tega melihatnya apalagi untuk dimasukkan ke dalam mulut. Sejak 2001 akhirnya saya memakan kembali daging dan ayam. Tak jarang ada rasa aneh seperti saat saya memakan steik lagi untuk pertama kalinya. Ketika itu suami saya sedang tugas luar kota, saya whatsap dia “hoo.. kayak gini ya rasanya steik…”, hahaha.. ternyata saya lupa rasanya.

Kami lewati trimester pertama dengan banyak berada di kamar, agak mual dan pagi selalu muntah-muntah. Morning sickness yang cukup hebat karena saya juga ada asam lambung. Setelah masuk bulan keempat sudah jarang sekali muntah, hanya pagi hari sebelum saya beranjak dari tempat tidur, ada tips dari dokter kandungan saya untuk mengatasi muntah yang berlebihan saat bangun tidur bagi pengidap asam lambung yang sedang hamil. Beliau menyarankan agar saya minum dan ngemil sesuatu dulu serta berdiam sejenak. Hal itu sangat manjur. Bahkan sampai masuk bulan ke 7 baru lebih stabil lagi tidak perlu melakukan rutinitas tsb saat bangun tidur.

Saya bersyukur saat trimester awal meskipun memang tidak selalu fit, saya termasuk bumil yang tidak banyak keluhan. Alhamdulillah tidak pusing-pusing, muntah dalam sehari sekitar 2-3 kali saja, masih mau masuk makanan, jam tidur normal, bahkan lebih banyak dari biasanya, tidak ngidam aneh-aneh. Terima kasih Gusti Allah memberikan suami yang sabar merawat saya ketika saya merasa energi saya setiap harinya tidak sama seperti sebelumnya. Saya tidak melakukan pekerjaan rumah seperti biasanya, semua di handle suami saya tercinta. Untungnya dia sudah terbiasa mandiri jauh sebelum kami menikah. Trimester awal benar-benar memutar saya yang biasanya aktif menjadi seorang yang hanya berdiam di kasur atau tidur saja. Alhamdulillah kami berhasil melewatinya 🙂

Cerita trimester dua nanti akan saya lanjutkan. Saya menulis ini untuk diri sendiri, suami dan anak saya. Meskipun memang sejak adanya berbagai macam sosial media membuat saya merasa malas menulis karena di sosial media memang lebih praktis. Bisa langsung update cerita beserta foto dan juga video. Tapi saya akan berusaha menepati rencana untuk menulis tentang kehamilan ini. Saat ini usia kehamilan saya 30 minggu. Bismillah.. semoga lancar dan sehat semua 🙂 Semangat untuk para bumil dan bapak hamil!!

 

– ndie