Cerita Trimester 1

Kehamilan pertama yang sedang saya jalani semakin membuat saya dan suami excited menyambut kedatangan putri pertama kami. Dari hasil USG saat memasuki usia 5 bulan kandungan saya, ternyata bayi yang saya kandung berjenis kelamin perempuan. Padahal hampir semua teman, keluarga ataupun orang-orang yang hanya bertemu sekilas menerka bahwa bayi dalam kandungan saya adalah laki-laki. Seperti pernah saya tulis sebelumnya, saya akan tulis tentang kehamilan ini. Beberapa tahun lagi saat saya baca,  pasti akan membuat saya tersenyum sendiri 🙂

Trimester pertama penampilan saya benar-benar cuek. Saya malas mandi, setiap mandi serasa dingin sangat dan tak jarang suami saya merebuskan air panas dulu agar saya mau mandi. Selain itu tiap kali keluar rumah saya tak peduli dengan baju apa yang saya pakai, tidak berdandan sedikitpun, bahkan eyeliner yg biasanya selalu saya pakai keluar rumah, sudah saya tidak pedulikan lagi ketika itu, menyisir rambutpun sangat jarang. Hehe.. Saat itu saya juga tidak suka mencium sesuatu yang berbau harum karena membuat saya ingin muntah. Ke dapur pun sepertinya tabu. Saya dan suami ketika itu menyimpulkan bahwa anak kami sepertinya laki-laki. Waktu itu kami memanggilnya “beboi” yang artinya baby boy 🙂 Tiga bulan pertama kehamilan saya lalui dengan cukup inhale exhale. Belum lagi suami saya yang pekerja weekend, tak jarang saya sendirian dalam kondisi hamil muda. Malas kemana-mana, masak ataupun berkegiatan, yang ada hanya di kasur seperti power saya menurun 60% dari saya sebelumnya. Olahraga jalan pagi pun saya lakukan tidak rutin, karena pagi hari adalah kondisi paling menurun menurut saya saat itu. Untungnya sudah dijaman transportasi online, termasuk pemesanan makanan, kalo boleh dibilang jasa Go Food sangat besar saat awal kehamilan saya 🙂

Saya membiasakan banyak makan buah. Dan saya berhenti menjadi vegetarian demi gizi yang tercukupi untuk bayi saya. Aneh rasanya memakan ayam atau dedagingan. Tapi saya tetap tak mau makan ikan, saya tak tega melihatnya apalagi untuk dimasukkan ke dalam mulut. Sejak 2001 akhirnya saya memakan kembali daging dan ayam. Tak jarang ada rasa aneh seperti saat saya memakan steik lagi untuk pertama kalinya. Ketika itu suami saya sedang tugas luar kota, saya whatsap dia “hoo.. kayak gini ya rasanya steik…”, hahaha.. ternyata saya lupa rasanya.

Kami lewati trimester pertama dengan banyak berada di kamar, agak mual dan pagi selalu muntah-muntah. Morning sickness yang cukup hebat karena saya juga ada asam lambung. Setelah masuk bulan keempat sudah jarang sekali muntah, hanya pagi hari sebelum saya beranjak dari tempat tidur, ada tips dari dokter kandungan saya untuk mengatasi muntah yang berlebihan saat bangun tidur bagi pengidap asam lambung yang sedang hamil. Beliau menyarankan agar saya minum dan ngemil sesuatu dulu serta berdiam sejenak. Hal itu sangat manjur. Bahkan sampai masuk bulan ke 7 baru lebih stabil lagi tidak perlu melakukan rutinitas tsb saat bangun tidur.

Saya bersyukur saat trimester awal meskipun memang tidak selalu fit, saya termasuk bumil yang tidak banyak keluhan. Alhamdulillah tidak pusing-pusing, muntah dalam sehari sekitar 2-3 kali saja, masih mau masuk makanan, jam tidur normal, bahkan lebih banyak dari biasanya, tidak ngidam aneh-aneh. Terima kasih Gusti Allah memberikan suami yang sabar merawat saya ketika saya merasa energi saya setiap harinya tidak sama seperti sebelumnya. Saya tidak melakukan pekerjaan rumah seperti biasanya, semua di handle suami saya tercinta. Untungnya dia sudah terbiasa mandiri jauh sebelum kami menikah. Trimester awal benar-benar memutar saya yang biasanya aktif menjadi seorang yang hanya berdiam di kasur atau tidur saja. Alhamdulillah kami berhasil melewatinya 🙂

Cerita trimester dua nanti akan saya lanjutkan. Saya menulis ini untuk diri sendiri, suami dan anak saya. Meskipun memang sejak adanya berbagai macam sosial media membuat saya merasa malas menulis karena di sosial media memang lebih praktis. Bisa langsung update cerita beserta foto dan juga video. Tapi saya akan berusaha menepati rencana untuk menulis tentang kehamilan ini. Saat ini usia kehamilan saya 30 minggu. Bismillah.. semoga lancar dan sehat semua 🙂 Semangat untuk para bumil dan bapak hamil!!

 

– ndie

 

 

 

Husband..

It’s almost 2 years we’re married, tapi yang namanya sedih dan mau nangis tiap dia mau berangkat kerja luar kota dini hari itu pasti. Gak jarang juga emang sampe nangis. Suami saya pekerja akhir pekan. Dia sound engineer sebuah band indie yang schedule manggungnya cukup padat merayap setiap akhir pekan dan lebih sering melompat – lompat luar kota seperti hari ini di Banjarmasin besok di Garut, Senin baru akan pulang.

Saat ini kandungan saya memasuki usia 7 bulan. Senang sekaligus mulai agak degdegan menanti buah cinta kami lahir. Semoga proses persalinannya normal alamiah, tanpa intervensi medis, tanpa trauma, tanpa sobekan ataupun jahitan, kontraksi nyaman, lancar, tenang dan lembut, kami sehat wal afiat tanpa kurang satu apapun. Aamiin..

Semoga kehadiran #begel (nama panggilan kesayangan untuk baby girl kami dalam perut saya), akan membuat saya tidak merasa sedih dan kesepian saat suami saya bekerja luar kota. Aamiin.. Disetiap rasa sedih dan sepi saya saat dia diluar kota, selalu terselip doa untuknya agar pekerjaannya lancar dan dia selalu sehat dan dalam lindunganNya serta semoga suatu hari kami bisa menikmati waktu bersama sambil mencari nafkah, tidak harus keluar kota dan terpisah seperti ini. Saya yakin kami bisa. Aamiin..

Hari ini dan besok saya belum punya rencana kemana-mana. Kadang saya buat janji dengan teman atau pergi sendiri keluar rumah untuk makan atau menghibur diri. Kali ini saya batal bertemu teman lama di hari Minggu. Dia ada acara mendadak dan membatalkan janjinya tadi malam. Entah saya mau isi dengan kemana. Semoga besok pagi ada kelas yoga prenatal yang belakangan saya ikuti bersama komunitas Gentle Birth Untuk Semua. Tadinya hari ini saya mau ikut kelas tentang ASI, acaranya jam 8 pagi sampai 2 siang. Saya tidak yakin badan saya fit karena 2 hari kemarin sempat pulang larut malam dan kurang tidur karena ikut suami saya mempersiapkan rekaman langsung bandnya. Dan hari ini saya bangun dini hari karena seperti biasa suami saya berangkat kerja dengan penerbangan pertama. Dari pada tidak maksimal, akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi mengikuti kelas ASI hari ini. Semoga weekend ini bisa saya isi dengan hal bermanfaat dan menyenangkan untuk saya dan begel. Aamiin..

Jam 4.10 saat ini, azan subuh sudah terdengar. Saya akan beribadah dan mencoba untuk tidur kembali. Lumayan rasanya tidak terlalu menyesak ingin menangis karena ditinggal di rumah sendirian lagi weekend ini. Menulis memang masih menjadi salah satu penyaluran perasaan dan pikiran yang cukup tepat. Happy weekend self!

-ndie