Olah Raga dan Memberdayakan Diri Saat Hamil

Memasuki trimester dua saya mulai olahraga lagi. Sebelumnya olah raga yang saya lakukan biasanya adalah yoga, lari, dan kadang berenang. Setelah browsing dan bertanya pada dokter kandungan saya, usia kehamilan trimester dua ibu hamil sudah diperbolehkan oahraga yang juga tentunya disesuaikan dengan kemampuan diri ibu hamil masing-masing. Know your limit. Itu yang penting. Saat trimester dua kami sudah tinggal di Depok. Agak kesulitan mencari yoga prenatal di Depok. Saya yang sebelum hamil sudah rutin yoga minimal 2 x seminggu, rasanya badan sudah kaku minta untuk diregangkan. hehe.. Akhirnya saya kontak salah satu guru yoga saya yang waktu itu mengajar di Inan Salon & Spa Ragunan, ternyata dia mengajar yoga juga di Inan Depok, meskipun bukan yoga prenatal. Bismillah saya niat ikut kelasnya dan saya yang akan menyesuaikan kondisi dengan latihan di kelas yoga tsb. Hari pertama saya ikut kelas di yoga Inan Depok, para peserta lainnya kaget karena saya hamil dan masih saja mau yoga reguler. Untungnya guru yoga saya, Mba Ika adalah guru yang berpikiran terbuka, dia biasa mengajar yoga untuk owner Inan yang saat itu baru saja melahirkan. Jadi memang ada beberapa pose yang bumil tidak perlu ikut atau jumlah seri gerakan yang diikuti tidak perlu sebanyak peserta lainnya.ย  Sampai akhirnya dari browsing sana-sini dan bertanya ke beberapa orang, saya menemukan komunitas Gentle Birth Untuk Semua (GBUS) yang menyelenggarakan yoga prenatal setiap hari Minggu pagi di danau Universitas Indonesia, Depok. Pas banget! Karena saya dan suami sedang mendalami tentang “gentle birth”. Bertemu sesama bumil, ikut yoga prenatal, sharing dan Mbak Prita sebagai founder GBUS seringkali memberikan materi seputar kehamilan & persalinan, membuat saya bersyukur sekali karena bisa bergabung dengan mereka. Sayangnya yoga prenatal ini kadang tidak rutin setiap minggunya karena satu dan lain hal seperti kesibukan Mbak Prita. Yoga bersama GBUS ini tidak dipungut biaya, ada hanya sumbangan sukarela, yang itupun akan disumbangkan kembali kepada yang membutuhkan. Saya juga mengikuti grup whatsapp Prenatal Yoga GBUS dan cukup menambah wawasan bagi ibu hamil dan menyusui.

Karena masih agak kesulitan mendapatkan kelas yoga prenatal reguler di Depok, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan prenatal yoga rutin di rumah melalui video youtube. Mbak Prita menyarankan Lara Dutta, dia adalah praktisi yoga internasional. Saya coba mengikuti videonya dan saya lakukan rutin sekitar 2-3 hari sekali. Dan memang sangat terasa impactnya. Alhamdulillah saya tidak mengalami keluhan-keluhanย  bumil seperti low back pain, susah tidur, kaki bengkak, pegal-pegal, dll. Selain yoga saya juga berenang seminggu sekali bersama suami, power walk dan jalan santai. Syukurlah olahraga membuat badan saya lebih fit. Power saya mulai normal lagi. Alhamdulillah saya pun masih menerima order brewing coldbrew coffee yang jumlahnya lumayan. Selain itu saya juga masih bekerja freelance untuk project startup hunt dan masih menerima job voice over.

Saran saya untuk para bumil, lakukanlah olahraga teratur dan sesuai kemampuan tubuh. Karena memang berguna sekali untuk kesegaran dan menghilangkan keluhan-keluhan saat hamil. Selain itu tentu dengan menjaga nutrisi tubuh ya… Jujur saja, sejak bulan ke 5 kehamilan, saya sudah tidak mengkonsumsi vitamin dari dokter ataupun susu hamil. Saya coba jaga kesehatan dan gizi dengan asupan yang saya makan dan minum. Semoga bayi saya tercukupi asupan gizinya. Aamiin.. Alhamdulillah berat & kondisi setiap USG baby saya normal dan air ketuban pun bagus.

Saya dan suami juga terus memberdayakan diri dengan membaca buku, artikel ataupun menonton video tentang gentle birth. Kami juga sudah berkonsultasi dengan salah satu bidan GB yang berdomisili di Citayam yaitu Bidan Erie Mardjoko yang juga mengadakan yoga di kliniknya seminggu sekali. Kehamilan ini membuat kami belajar kembali dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Harapan dan doa kami adalah, persalinan kami akan berjalan normal alami, lembut, tenang, lancar, nyaman, aman dan tanpa intervensi medis serta tanpa tauma. Sehingga proses persalinan akan berjalan indah dan sakral. Saya dan bayi sehat wal afiat tanpa kurang satu apapun. Aamiin…

@indietriana

Hello Trimester Dua!

image

Tri semester dua. Memasuki masa dimana katanya adalah masa yang paling nyaman untuk ibu hamil. Morning sickness sudah lewat dan tubuh sudah lebih fit dan perut belum terlalu besar, jadi masih enak untuk beraktifitas dan juga saat tidur. Bagi saya, kondisi tubuh memang sangat membaik. Sudah lumayan enak dibawa beraktifitas luar rumah juga. Alhamdulillah sudah tidak hanya tidur terus bawaannya ๐Ÿ™‚ Meskipun tenaga tidak sebesar sebelum hamil dan tetap saja mudah merasa lelah dan ngantuk. Hehe..

Kalo ditanya ngidam apa? Untungnya saya tidak rewel minta ini itu ke suami. Cuma sempat kemarin amat sangat kepingin Soto Lombok Malang (soto ini ada di jalan Lombok, Malang). Untungnya ada teman yang lagi mudik dan mau balik kerja ke Jakarta. Alhasil, Tio teman kami membawa bungkusan soto dari Malang dengan penerbangan melalui Surabaya. Sesampainya soto di rumah kami, rasanya bagai surga dunia buat saya ketika itu. Baru kali itu saya makan lahap selama hamil. Nasi satu piring dan soto semangkok habis tak bersisa sedikitpun. Ini ngidam apa doyan ya..? Hehe.. Memang juara banget soto yang sudah legendaris di Malang ini. Ada bubuk koya nya yang khas. Duh, jadi kebayang lagi deh.. ;p
Setelah itu saya tak pernah ngidam apa – apa lagi. Alhamdulillah.. ๐Ÿ™‚

Ada beberapa yang berubah dari saya sejak hamil. Saya yang biasanya tidak malas mandi jadi sangat malas mandi. Malas ke dapur, mual jika mencium wangi-wangian dan malas berdandan sedikitpun. Sejak hamil saya tak pernah lagi memasak dan mencuci pakaian. Tiap mencium wewangian seperti deterjen, softener dan juga pengharum ruangan ataupun parfum, kontan saya merasa mual dan ingin muntah. Hormon membuat saya tidak menyentuh parfum saya selama hamil ๐Ÿ™‚ Begitupula lipstick, bedak, dll. Saya memang tidak suka berdandan sebelumnya, tapi minimal eyeliner selalu saya pakai jika keluar rumah, tapi sejak hamil ini, apalagi pakai eyeliner, mau mandi saja sudah bagus. Hehe..

Akhir bulan ini kami check up insyaallah 4 bulan usia kandungan saya. Semoga si dedek sudah bisa dilihat jenis kelaminnya. Kalo dari pembawaan hamil saya, banyak orang bilang anak saya kemungkinan besar laki-laki. Saya dan suami berserah diri saja yang penting sehat wal afiat. Aamiin..

-ndie