Babymoon πŸ’™

Akhirnya Desember 2016 kemarin terlaksana juga babymoon kami. Saat itu usia kehamilan saya 32 minggu a.k.a delapan bulan. Sudah lumayan juga sih kalo di UK segitu. Sepertinya lebih maksimal saat UK 6-7 bulan. Perut belum terlalu besar dan energi di trimester 3 awal masih oke2nya. Tapi balik lagi ke kondisi masing-masing bumil sih. Alhamdulillah pas babymoon kemarin lancar dan happy pastinya 😊

Kami ke Lombok selama 4 hari. 2 hari pertama kami babymoon bertiga, kemudian 2 hari berikutnya suami saya sambil ada kerjaan disana. Sebenarnya babymoon ini diselipkan diantara skejul pekerjaan luar kota suami saya. Lumayan lah setidaknya saya bisa liat pantai. Apalagi yang kami pilih memang pulau yang tidak ramai dan bungalow yang persis di depan pantai. Enak sekali rasanya menikmati angin sepoi-sepoi, kaki menginjak pasir putih dengan pemandangan air laut yg jernih. Sayangnya ketika itu memang cuaca disana sedang musim badai. Hujan angin hampir setiap hari. Beruntungnya kami masih bisa menyebrang ke Gili. Itupun saat malam hujan badai dan kami tidak menemui sunset ataupun sunrise saat di Gili Meno. Tapi tetap merupakan suatu keistimewaan untuk saya bisa traveling saat hamil bersama suami pula. Kami sempatkan olahraga sambil berjalan kaki mengelilingi pulau, mengunjungi danau hutan mangrove dan duduk-duduk santai di tepi pulau tentunya. 

Hari ketiga saat kami menginap di Senggigi akhirnya bisa melihat sunset. Senangnya.. saya bisa bilang pada bayi kami bahwa sore itu ada sunset yg memang sedikit terhalang mendung. Kami bersyukur bisa jalan-jalan ke luar pulau saat hamil besar dan alhamdulillah tidak ada keluhan. Meskipun kami sempat menyebrang dengan kapal kayu dan ombak serta angin cukup besar. Bayi dalam perut saya sudah mulai belajar traveling. Tidak ada keluhan sama sekali πŸ™‚
Beberapa yang mungkin harus disiapkan atau diperhatikan saat babymoon versi saya adalah sebagai berikut :

– destinasi, apakah bumil friendly.. ingat, meskipun sebelum hamil kita sering traveling kemana-mana, tapi kondisi saat hamil tentunya berbeda. Selain itu cuaca di daerah tersebut dan transportasi menuju dan disana.

– cek up ke dokter kandungan dan minta surat referensi perjalanan, karena dibutuhkan saat cek in jika menggunakan pesawat.

– ajak bayi berbicara dari sebelum berangkat, terangkan kondisinya jika akan naik pesawat atau kereta, dll. Visualisasikan tempat liburan ketika sudah sampai agar bayi bisa ikut merasakan kebahagiaan ibu & bapaknya saat babymoon
– pakailah outfit yang sangat nyaman termasuk alas kaki.

– bawalah printilan yang bisa membuat nyaman atau mengatasi gejala kurang enak dibadan misalnya essential oil, minyak kayu putih, tissue, hand sanitizer, dll.

– jika harus beberapa jam diperjalanan, usahakan stretching setiap jam. Misalnya di pesawat, pergilah ke toilet setiap jam sambil menggerakkan tangan dan tubuh untuk stretching.

– sedia air putih selalu, minum lebih banyak lagi. Kontrol asupan makanan, bawa selalu persediaan camilan bergizi seperti granola, oat crackers, dll. Dan juga buah. Usahakan minum jus atau smoothie setiap harinya saat traveling.

– tetap berolahraga, bisa yoga, jalan pagi/sore, berenang di hotel.

– saat kembali ke kamar hotel/tempat menginap, gantung kaki ke tembok atau tumpukan bantal untuk menghilangkan kaki pegal ataupun bengkak. Mandi air hangat, istirahat yg cukup
– jangan paksakan diri saat berjalan-jalan, ibu sendiri yang paling tau kondisi dam limit ibu. Sehingga babymoon tetap asik dan kesehatan tidak terganggu.

– dokumentasi πŸ™‚

Saya rasa hal-hal tersebut yang perlu dipersiapkan saat babymoon. Semoga membantu. Happy babymoon! πŸ‘ΆπŸ˜„
-ndie

Olah Raga dan Memberdayakan Diri Saat Hamil

Memasuki trimester dua saya mulai olahraga lagi. Sebelumnya olah raga yang saya lakukan biasanya adalah yoga, lari, dan kadang berenang. Setelah browsing dan bertanya pada dokter kandungan saya, usia kehamilan trimester dua ibu hamil sudah diperbolehkan oahraga yang juga tentunya disesuaikan dengan kemampuan diri ibu hamil masing-masing. Know your limit. Itu yang penting. Saat trimester dua kami sudah tinggal di Depok. Agak kesulitan mencari yoga prenatal di Depok. Saya yang sebelum hamil sudah rutin yoga minimal 2 x seminggu, rasanya badan sudah kaku minta untuk diregangkan. hehe.. Akhirnya saya kontak salah satu guru yoga saya yang waktu itu mengajar di Inan Salon & Spa Ragunan, ternyata dia mengajar yoga juga di Inan Depok, meskipun bukan yoga prenatal. Bismillah saya niat ikut kelasnya dan saya yang akan menyesuaikan kondisi dengan latihan di kelas yoga tsb. Hari pertama saya ikut kelas di yoga Inan Depok, para peserta lainnya kaget karena saya hamil dan masih saja mau yoga reguler. Untungnya guru yoga saya, Mba Ika adalah guru yang berpikiran terbuka, dia biasa mengajar yoga untuk owner Inan yang saat itu baru saja melahirkan. Jadi memang ada beberapa pose yang bumil tidak perlu ikut atau jumlah seri gerakan yang diikuti tidak perlu sebanyak peserta lainnya.Β  Sampai akhirnya dari browsing sana-sini dan bertanya ke beberapa orang, saya menemukan komunitas Gentle Birth Untuk Semua (GBUS) yang menyelenggarakan yoga prenatal setiap hari Minggu pagi di danau Universitas Indonesia, Depok. Pas banget! Karena saya dan suami sedang mendalami tentang “gentle birth”. Bertemu sesama bumil, ikut yoga prenatal, sharing dan Mbak Prita sebagai founder GBUS seringkali memberikan materi seputar kehamilan & persalinan, membuat saya bersyukur sekali karena bisa bergabung dengan mereka. Sayangnya yoga prenatal ini kadang tidak rutin setiap minggunya karena satu dan lain hal seperti kesibukan Mbak Prita. Yoga bersama GBUS ini tidak dipungut biaya, ada hanya sumbangan sukarela, yang itupun akan disumbangkan kembali kepada yang membutuhkan. Saya juga mengikuti grup whatsapp Prenatal Yoga GBUS dan cukup menambah wawasan bagi ibu hamil dan menyusui.

Karena masih agak kesulitan mendapatkan kelas yoga prenatal reguler di Depok, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan prenatal yoga rutin di rumah melalui video youtube. Mbak Prita menyarankan Lara Dutta, dia adalah praktisi yoga internasional. Saya coba mengikuti videonya dan saya lakukan rutin sekitar 2-3 hari sekali. Dan memang sangat terasa impactnya. Alhamdulillah saya tidak mengalami keluhan-keluhanΒ  bumil seperti low back pain, susah tidur, kaki bengkak, pegal-pegal, dll. Selain yoga saya juga berenang seminggu sekali bersama suami, power walk dan jalan santai. Syukurlah olahraga membuat badan saya lebih fit. Power saya mulai normal lagi. Alhamdulillah saya pun masih menerima order brewing coldbrew coffee yang jumlahnya lumayan. Selain itu saya juga masih bekerja freelance untuk project startup hunt dan masih menerima job voice over.

Saran saya untuk para bumil, lakukanlah olahraga teratur dan sesuai kemampuan tubuh. Karena memang berguna sekali untuk kesegaran dan menghilangkan keluhan-keluhan saat hamil. Selain itu tentu dengan menjaga nutrisi tubuh ya… Jujur saja, sejak bulan ke 5 kehamilan, saya sudah tidak mengkonsumsi vitamin dari dokter ataupun susu hamil. Saya coba jaga kesehatan dan gizi dengan asupan yang saya makan dan minum. Semoga bayi saya tercukupi asupan gizinya. Aamiin.. Alhamdulillah berat & kondisi setiap USG baby saya normal dan air ketuban pun bagus.

Saya dan suami juga terus memberdayakan diri dengan membaca buku, artikel ataupun menonton video tentang gentle birth. Kami juga sudah berkonsultasi dengan salah satu bidan GB yang berdomisili di Citayam yaitu Bidan Erie Mardjoko yang juga mengadakan yoga di kliniknya seminggu sekali. Kehamilan ini membuat kami belajar kembali dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Harapan dan doa kami adalah, persalinan kami akan berjalan normal alami, lembut, tenang, lancar, nyaman, aman dan tanpa intervensi medis serta tanpa tauma. Sehingga proses persalinan akan berjalan indah dan sakral. Saya dan bayi sehat wal afiat tanpa kurang satu apapun. Aamiin…

@indietriana

Thank You An Amazing 2016!

31 Desember 2016. Tak terasa beberapa jam lagi kita akan melewati tahun 2016 menuju tahun 2017. Apa saja yang sudah diberikan untuk diri senidri dan orang lain. Berapa banyak nikmat Tuhan di tahun 2016 ini. Ah, tak terhingga rasanya.. Kehamilan saya adalah anugrah terbesar yang saya dan suami terima. Di tahun kedua perkawinan kami, saya hamil dipertengahan tahun 2016. Tahun 2015 kami terpaksa harus menutup Kedai kami tercinta @dudukduduk karena kondisi lingkungan dan pemilik gedung. Kehilangan tentunya, salah satu mimpi bersama kami yang sudah terealisasi, membuka Kedai dan membuat tempat kreatif bermanfaat bagi banyak orang. Tapi semua itu kami ambil hikmahnya dengan kehamilan saya setelah beberapa bulan kedai ditutup. Kami memang jadi punya banyak waktu santai bersama dan bisa lebih menjaga hidup sehat. Alhamdulillah, Juni 2016 saya dinyatakan hamil. Sejak itupun ritme kehidupan cukup berubah, apalagi trimester awal, saat energi yang biasanya saya miliki terasa berkurang 50%nya. Untungnya masuk bulan ke-4 mulai normal lagi. Kami memutuskan pindah ke Depok. Kota yang sudah sangat familiar bagi saya. Banyak masa sempat saya habiskan di Depok ini. Akhirnya saya kembali ke Depok. Kami tinggal di sebuah komplek yang cukup nyaman dan menjalani proses kehamilan dengan kondisi lebih fit. Semua yang diatur olehNya memang tak bisa kita baca, tapi percayalah.. there’s always be a light..

Desember ini usia kehamilan saya 34 minggu, sudah mendekati duedate. Kami pun sudah menyiapkan yang harus dipersiapkan. Kami memilih faham Gentle Birth untuk melahirkan keturunan kami ini. Semoga semua berjalan dengan baik, lancar dan diberkahi. Aamiin.. Suami saya akan cuti bekerja luar kota mulai Januari 2017. Perkiraan anak kami akan lahir Februari 2017. Lembaran baru lagi tentunya nanti, fase baru bagi saya dan suami, yaitu menjadi orang tua. Semoga kami bisa menjalaninya dengan amanah.

Selama hamil alhamdulillah saya masih bisa bekerja menjadi pekerja lepas. Saya sedang membantu salah satu perusahaan ventura yang sedang menjalankan project pencarian startup di Indonesia. Pengalaman bekerja di agency bisa dipakai untuk bekerja freelance selama 6 bulan sesuai kontrak dari user. Saya menghandle digital marketing untuk project tersebut. Alhamdulillah salary tiap bulan saya terima dengan bekerja dari rumah atau dari mana saja. Kami menganggap ini rejeki anak kami πŸ™‚ Kontrak kerja selesai Januari 2017, tepat sekali saat saya akan melahirkan di bulan berikutnya. Lagi-lagi ucapan syukur yang bisa kami ucapkan. Disamping bekerja freelance tsb, kadang saya masih mendapat job sebagai Voice Over. Pendapatan dadakan yang lumayan juga tentunya. Tidak bekerja di kantor bukan berarti rejeki kita hilang qo. Konon rejeki dari Yang Maha Pemberi itu 100% untuk kita, jadi di kantor atau di rumah, tetap akan 100% insyaallah πŸ™‚ Pekerjaan suami saya pun berjalan dengan lancar. Dia masih dipercaya memegang beberpa pertunjukan musik penting, dan alhamdulillah setiap akhir pekan selalu ada job. Meskipun luar kota dan kadang sayapun merasa melow karena sedang hamil dan harus di rumah sendirian selama beberapa hari dan hampir setiap weekend. Tapi saya percaya, suatu hari kami akan memetik hasilnya, suatu hari doa saya akan terjawab, bahwa kami akan bekerja lagi bersama, menghasilkan sesuatu yg bermanfaat dan bisa untuk menghidupi kami dan anak-anak kami tanpa harus selalu terpisah jarak setiap minggunya. Apa-apa yag kita yakini, akan menjadi kenyataan selama keyakinan, usaha dan doa kita kesana.

2016 dalam kondisi hamil, saya masih brewing untuk coldbrew coffee @dudukduduk , pesanan online baik dari langganan atau juga pelanggan baru masih berjalan, Alhamdulillah rejeki kami dari sini masih diberikan juga olehNya. Sejak awal kehamilan pun ada beberapa project yang coldbrew coffee yang saya kerjakan. Dari mulai coffee charity sebuah perusaan farmasi multinasional, project Green Hampers Eid Fitr gagasan dari saya sendiri dan dijalani dengan beberapa teman, sampai ke coffee charity untuk gempa Pidie Jaya Aceh yang juga saya gagas sendiri. Alhamdulillah selama hamil di tahun 2016 ini masih bisa produktif, semoga sampai dengan menjadi seorang Ibu juga tetap akan membuat saya kreatif dan produktif. Aamiin.

Tak ketinggalan dipenghujung 2016 kemarin, kami sempat trip ke Lombok, dengan kondisi hamil sudah cukup besar (32 minggu), Alhamdulillah bisa refreshing bersama suami dan baby in womb. Terima kasih 2016 yang superb dan amazing bagi saya. Terima kasih Allah Yang Maha Pemberi. Semoga 2017 bisa menjadi tahun yang lebih baik lagi bagi saya dan keluarga, menjadi pribadi yang lebih baik dan hidup lebih sehat dan produktif lagi. Aamiin..

 

@indietriana

Cerita Trimester 1

Kehamilan pertama yang sedang saya jalani semakin membuat saya dan suami excited menyambut kedatangan putri pertama kami. Dari hasil USG saat memasuki usia 5 bulan kandungan saya, ternyata bayi yang saya kandung berjenis kelamin perempuan. Padahal hampir semua teman, keluarga ataupun orang-orang yang hanya bertemu sekilas menerka bahwa bayi dalam kandungan saya adalah laki-laki. Seperti pernah saya tulis sebelumnya, saya akan tulis tentang kehamilan ini. Beberapa tahun lagi saat saya baca,  pasti akan membuat saya tersenyum sendiri πŸ™‚

Trimester pertama penampilan saya benar-benar cuek. Saya malas mandi, setiap mandi serasa dingin sangat dan tak jarang suami saya merebuskan air panas dulu agar saya mau mandi. Selain itu tiap kali keluar rumah saya tak peduli dengan baju apa yang saya pakai, tidak berdandan sedikitpun, bahkan eyeliner yg biasanya selalu saya pakai keluar rumah, sudah saya tidak pedulikan lagi ketika itu, menyisir rambutpun sangat jarang. Hehe.. Saat itu saya juga tidak suka mencium sesuatu yang berbau harum karena membuat saya ingin muntah. Ke dapur pun sepertinya tabu. Saya dan suami ketika itu menyimpulkan bahwa anak kami sepertinya laki-laki. Waktu itu kami memanggilnya “beboi” yang artinya baby boy πŸ™‚ Tiga bulan pertama kehamilan saya lalui dengan cukup inhale exhale. Belum lagi suami saya yang pekerja weekend, tak jarang saya sendirian dalam kondisi hamil muda. Malas kemana-mana, masak ataupun berkegiatan, yang ada hanya di kasur seperti power saya menurun 60% dari saya sebelumnya. Olahraga jalan pagi pun saya lakukan tidak rutin, karena pagi hari adalah kondisi paling menurun menurut saya saat itu. Untungnya sudah dijaman transportasi online, termasuk pemesanan makanan, kalo boleh dibilang jasa Go Food sangat besar saat awal kehamilan saya πŸ™‚

Saya membiasakan banyak makan buah. Dan saya berhenti menjadi vegetarian demi gizi yang tercukupi untuk bayi saya. Aneh rasanya memakan ayam atau dedagingan. Tapi saya tetap tak mau makan ikan, saya tak tega melihatnya apalagi untuk dimasukkan ke dalam mulut. Sejak 2001 akhirnya saya memakan kembali daging dan ayam. Tak jarang ada rasa aneh seperti saat saya memakan steik lagi untuk pertama kalinya. Ketika itu suami saya sedang tugas luar kota, saya whatsap dia “hoo.. kayak gini ya rasanya steik…”, hahaha.. ternyata saya lupa rasanya.

Kami lewati trimester pertama dengan banyak berada di kamar, agak mual dan pagi selalu muntah-muntah. Morning sickness yang cukup hebat karena saya juga ada asam lambung. Setelah masuk bulan keempat sudah jarang sekali muntah, hanya pagi hari sebelum saya beranjak dari tempat tidur, ada tips dari dokter kandungan saya untuk mengatasi muntah yang berlebihan saat bangun tidur bagi pengidap asam lambung yang sedang hamil. Beliau menyarankan agar saya minum dan ngemil sesuatu dulu serta berdiam sejenak. Hal itu sangat manjur. Bahkan sampai masuk bulan ke 7 baru lebih stabil lagi tidak perlu melakukan rutinitas tsb saat bangun tidur.

Saya bersyukur saat trimester awal meskipun memang tidak selalu fit, saya termasuk bumil yang tidak banyak keluhan. Alhamdulillah tidak pusing-pusing, muntah dalam sehari sekitar 2-3 kali saja, masih mau masuk makanan, jam tidur normal, bahkan lebih banyak dari biasanya, tidak ngidam aneh-aneh. Terima kasih Gusti Allah memberikan suami yang sabar merawat saya ketika saya merasa energi saya setiap harinya tidak sama seperti sebelumnya. Saya tidak melakukan pekerjaan rumah seperti biasanya, semua di handle suami saya tercinta. Untungnya dia sudah terbiasa mandiri jauh sebelum kami menikah. Trimester awal benar-benar memutar saya yang biasanya aktif menjadi seorang yang hanya berdiam di kasur atau tidur saja. Alhamdulillah kami berhasil melewatinya πŸ™‚

Cerita trimester dua nanti akan saya lanjutkan. Saya menulis ini untuk diri sendiri, suami dan anak saya. Meskipun memang sejak adanya berbagai macam sosial media membuat saya merasa malas menulis karena di sosial media memang lebih praktis. Bisa langsung update cerita beserta foto dan juga video. Tapi saya akan berusaha menepati rencana untuk menulis tentang kehamilan ini. Saat ini usia kehamilan saya 30 minggu. Bismillah.. semoga lancar dan sehat semua πŸ™‚ Semangat untuk para bumil dan bapak hamil!!

 

– ndie

 

 

 

Husband..

It’s almost 2 years we’re married, tapi yang namanya sedih dan mau nangis tiap dia mau berangkat kerja luar kota dini hari itu pasti. Gak jarang juga emang sampe nangis. Suami saya pekerja akhir pekan. Dia sound engineer sebuah band indie yang schedule manggungnya cukup padat merayap setiap akhir pekan dan lebih sering melompat – lompat luar kota seperti hari ini di Banjarmasin besok di Garut, Senin baru akan pulang.

Saat ini kandungan saya memasuki usia 7 bulan. Senang sekaligus mulai agak degdegan menanti buah cinta kami lahir. Semoga proses persalinannya normal alamiah, tanpa intervensi medis, tanpa trauma, tanpa sobekan ataupun jahitan, kontraksi nyaman, lancar, tenang dan lembut, kami sehat wal afiat tanpa kurang satu apapun. Aamiin..

Semoga kehadiran #begel (nama panggilan kesayangan untuk baby girl kami dalam perut saya), akan membuat saya tidak merasa sedih dan kesepian saat suami saya bekerja luar kota. Aamiin.. Disetiap rasa sedih dan sepi saya saat dia diluar kota, selalu terselip doa untuknya agar pekerjaannya lancar dan dia selalu sehat dan dalam lindunganNya serta semoga suatu hari kami bisa menikmati waktu bersama sambil mencari nafkah, tidak harus keluar kota dan terpisah seperti ini. Saya yakin kami bisa. Aamiin..

Hari ini dan besok saya belum punya rencana kemana-mana. Kadang saya buat janji dengan teman atau pergi sendiri keluar rumah untuk makan atau menghibur diri. Kali ini saya batal bertemu teman lama di hari Minggu. Dia ada acara mendadak dan membatalkan janjinya tadi malam. Entah saya mau isi dengan kemana. Semoga besok pagi ada kelas yoga prenatal yang belakangan saya ikuti bersama komunitas Gentle Birth Untuk Semua. Tadinya hari ini saya mau ikut kelas tentang ASI, acaranya jam 8 pagi sampai 2 siang. Saya tidak yakin badan saya fit karena 2 hari kemarin sempat pulang larut malam dan kurang tidur karena ikut suami saya mempersiapkan rekaman langsung bandnya. Dan hari ini saya bangun dini hari karena seperti biasa suami saya berangkat kerja dengan penerbangan pertama. Dari pada tidak maksimal, akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi mengikuti kelas ASI hari ini. Semoga weekend ini bisa saya isi dengan hal bermanfaat dan menyenangkan untuk saya dan begel. Aamiin..

Jam 4.10 saat ini, azan subuh sudah terdengar. Saya akan beribadah dan mencoba untuk tidur kembali. Lumayan rasanya tidak terlalu menyesak ingin menangis karena ditinggal di rumah sendirian lagi weekend ini. Menulis memang masih menjadi salah satu penyaluran perasaan dan pikiran yang cukup tepat. Happy weekend self!

-ndie

Bapake Sakit Campak :(

Lagi sedih euy.. Pak suami kena campak jerman a.k.a Rubella. Dokternya bilang sih perlu waspada terhadap janin. Saya langsung diminta kontak ke dokter obgyn saya dan minta sarannya. Keluar dari ruangan dokter tsb saya langsung kontak Dokter Dian di RS Bunda Margonda yg handle saya dari awal kehamilan. Beliau menyarankan agar saya tidak kontak langsung dengan suami, sering mencuci tangan dan suami harus memakai masker. Hiks.. Sedih amat suami sakit tapi gak boleh kontak langsung.. Gimana mau mengurus dia ya.. Bapake juga harus diisolasi, gak boleh keluar rumah dulu dan harus dipisahkan ruangan dulu dengan saya 😦

Kandungan saya masuk bulan ke 6. Semoga begel (panggilan kami untuk baby girl di dalam perut saya ini) sehat-sehat sempurna pertumbuhannya tanpa kurang apapun. Aamiin…

Saya dan begel doakan semoga Bapak cepet sembuh, sehat seperti sedia kala dan fit kembali. Aamiin.. Aamiin..

@indietriana

Lovely Gift Ever

Happy belated birthday, self! Baru sempat menulis disini lagi, jadi delay beberapa hari deh ya dari hari ulang tahun saya 7 Oktober kemarin πŸ˜‚πŸ˜‚
Hadiah ulang tahun terindah sudah saya terima sekitar 5 bulan sebelumnya. Yak, kehamilan ini bagaikan sebuah hadiah tak terhingga nilainya. Dan saat cek up kehamilan tepatnya 2 hari sebelum hari ulang tahun saya, dari hasil USG dokter kandungan saya menyatakan bahwa anak kami berjenis kelamin perempuan πŸ‘§πŸ’™

image

Alhamdulillah.. Dia sehat dan sangat aktif. Sejak 4 bulan saya sudah merasakan dia mulai menyentuh perut saya dan kadang menendang. Luar biasa rasanya. Bahkan ketika USG kemarin, dia sempat say hi untuk ibu & bapaknya dengan melambaikan tangan dan kemudian memberikan   jempol tangannya seperti tanda kita berkata “sip” πŸ‘
Kami bersyukur dia sehat dan aktif. Semoga sampai dengan persalinan dia terus berkembang sehat normal sempurna dan pintar serta mau bekerja sama dengan kami. Saya mulai memberdayakan diri untuk persiapan persalinan nanti. Membaca buku, artikel di internet, mengikuti grup – grup gentle birth (suatu hari akan saya ceritakan tentang gentle birth ini), olah raga rutin seperti jalan pagi, berenang dan yoga. Tak jarang pula suami saya menemani kegiatan – kegiatan tersebut. Bersyukur sekali karena suami saya benar-benar berusaha mensupport kehamilan saya.

Saat menulis ini usia kehamilan saya memasuki minggu ke 23. Perut saya sudah lebih buncit, saya mulai mengoleskan krim stretchmark rutin, yg juga seringkali dibantu suami saya. Alhamdulillah.. Saya yakin perhatian dan hal – hal tersebut akan dirasakan bayi kami betapa kami sangat mencintainya dan tak sabar bertemu dengannya. Semoga kami bisa menjadi tim yang solid. Semoga persalinan yg nyaman dan penuh cinta bisa kami jalani. Aamiin… Aamiin..

Sekali lagi terima kasih untuk 33 tahun saya ini Gusti Allah.. Semoga saya bisa menjadi manusia yg lebih baik lagi segala sesuatunya. Semoga kami sekeluarga diberikan kesehatan dan umur yg panjang serta keberkahan. Dan kelancaran pada kehamilan, persalinan serta selanjutnya. Semoga bayi kami menjadi anak yg sehat, pintar serta berbakti pada orang tua. Aamiin..

@indietriana